Feng Shui Cara Penataan Rumah

Prinsip-prinsip dalam feng shui bukanlah mistik atau klenik. Jika dilakukan penelitian, maka akan ada bukti ilmiah yang memperkuat perhitungan tersebut.

Cina adalah bangsa yang sangat kaya akan khasanah seni dan budaya yang bernilai tinggi. Berbagai karya seni yang mengagumkan diciptakan oleh bangsa Cina jauh sebelum abad Masehi (SM).

Budaya Cina sangat kuat dipengaruhi oleh ajaran Taoism dan Confucianism. Pada tahun 2000 hingga 1000 SM, bangsa Cina kuno sudah mengenal dunia kedokteran, ilmu ekonomi, ketatanegaraan, budaya, dan teknologi lainnya. Salah satu yang berkembang hingga saat ini adalah metodologi peramalan dan analisa tata letak ruang yang dikenal dengan nama Feng Shui.

Saat ini feng shui sudah perkembang hingga ke berbagai penjuru dunia. Bahkan, dunia Barat sudah mulai memasukan pertimbangan feng shui dalam rencana penataan ruangan yang dibuat.

Di Indonesia sendiri saat ini banyak arsitek yang mulai mempelajari dan menggunakan feng shui dalam rencana dan pembuatan desain rumah dan bangunan. Bahkan, beberapa program studi arsitektur di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta sudah memasukkan feng shui sebagai salah satu mata kuliah yang diajarkan.

Menurut pakar feng shui, Budiyono Tantrayoga, kata feng shui berasal dari gabungan kata 'feng' yang berarti angin (arah) dan 'shui' yang berarti air (tempat). Konsep dasar analisa feng shui adalah penentuan lahan, kombinasi sembilan istana delapan rumah, dan pergerakan bintang terbang. Logika sederhana feng shui adalah jika kita bisa berinteraksi serasi dan selaras dengan alam, maka kita akan mendapatkan suasana yang menguntungkan yang pada akhirnya akan mendatangkan banyak berkah/pengaruh keberuntungan dalam hidup.

''Tapi jika kita merusak dan menentang alam, maka kita akan menerima pengaruh yang merugikan, yang pada akhirnya akan mendatangkan banyak masalah atau problem dalam hidup kita,'' ujar Budiyono kepada Republika.

 

Dua sektor rumah

Perhitungan feng shui banyak digunakan dalam perencanaan dan penataan ruang. Ahli masalah Tao, Albert Hendra Wijaya, dalam situs Indonesia siutao, menyatakan dewasa ini feng shui rumah/bangunan memang terlihat lebih menarik dan lebih umum diminati orang. Ini mungkin karena feng shui rumah dirasakan lebih kuat pengaruhnya dalam menunjang kehidupan seseorang sebab penerapannya lebih nyata dalam mempengaruhi pola kehidupan.

Menurutnya, membuat rencana tata letak/ruang yang baik dalam feng shui rumah/bangunan harus memperhatikan beberapa hal. Yaitu pencahayaan, sirkulasi udara, keindahan, aspek keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan warna (masalah psikologi). Selain itu, arah, bentuk dan lokasi tanah serta rumah/bangunan itu haruslah baik dan sesuai fungsinya.

''Dalam feng shui rumah juga dikenal berbagai benda/bentuk tertentu yang sering digunakan sebagai atribut pelengkap sebuah rumah. Misalnya kaca, cermin cekung atau cembung, dan sebagainya,'' ujarnya.

Sedangkan menurut Budiyono, berdasarkan prinsip-prinsip feng shui, untuk membangun sebuah rumah atau bangunan lahannya harus bagus. Lahan yang bagus adalah yang memberikan keuntungan serta memiliki energi tumbuh. Misalnya, lahan yang terletak di bagian dalam sebuah tikungan jalan. Soal posisi menghadap ke arah mana itu tergantung masing-masing individu. Sebab tiap orang berbeda tingkat kecocokan arahnya. ''Jadi, menghadap utara, selatan, timur, atau barat itu sifatnya individual. Itu tergantung dari hitung-hitungan unsur alam yang bersangkutan,'' jelasnya.

Alumnus Akademi Akuntansi YAI ini menuturkan, penataan ruangan dalam rumah haruslah menguntungkan penghuninya. Misalnya letak dapur dan kamar mandi harus disesuaikan dengan kondisi perhitungan elemen penghuninya. Artinya, jika tidak serasi, maka bisa tidak menguntungkan.

Dalam setiap rumah, terbagi atas dua sektor, yaitu sektor tumbuh dan mati. Sektor tumbuh bisa digunakan untuk ruang makan dan ruang kerja. Sedangkan sektor mati cocok digunakan untuk kamar mandi, dan gudang.

''Yang tahu persis perhitungan sektor tumbuh dan sektor mati adalah ahli feng shui. Sebab memang ada perhitungannya,'' ungkap Budiyono.

 

Bukan mistik

Apakah perhitungan feng shui itu mistik ? Menurut seorang arsitek, Samidirijono, prinsip-prinsip dalam feng shui bukanlah mistik atau klenik. Jika dilakukan penelitian, maka akan ada bukti ilmiah yang memperkuat perhitungan tersebut.

Selain feng shui dari Cina, di Indonesia juga terdapat beberapa perhitungan tradisional. Misalnya, perhitungan di Jawa dan Kosala-Kosali di Bali. Sayang, selama ini tidak pernah ada penelitian untuk membuktikan sisi ilmiahnya.

''Selama ini nenek moyang kita kan hanya mengatakan ini boleh dan itu tidak boleh. Tapi mereka tidak pernah menyatakan kenapa. Harusnya inilah yang kita teliti dan kaji,'' ujar Sami, panggilan akrabnya, kepada Republika.

Prinsip feng shui, kata Sami, sesuai dengan prinsip-prinsip arsitektur bangunan. Yang terpenting dalam penataan ruang adalah kenyamanan penghuninya. Ini adalah prinsip arsitektur. Misalnya, ruang yang tidak panas, sirkulasi udara lancar supaya rumah tidak mati angin dan lebih nyaman.

Dalam feng shui dipelajari tentang air dan arah angin. Ilmu arsitektur juga mempelajari tentang arah angin. ''Jadi, keduanya punya prinsip yang sama, yaitu untuk kenyamanan penghuninya. Dan sekarang memang banyak arsitek yang menerapkan prinsip feng shui dalam penataan ruang. Bahkan, di beberapa program studi arsitektur sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, feng shui sudah dijadikan salah satu mata kuliah,'' jelas Sami.

 

Sumber: http://qalbdesign.blogspot.com/2008/07/feng-shui-cara-penataan-rumah-prinsip.html

Background Image

Header Color

:

Content Color

: